ALGORITMA PENCARIAN BINER (BINARY SEARCH)


ALGORITMA PENCARIAN BINER (BINARY SEARCH)


Pencarian Biner (Binary Search) pada array yang sudah terurut


Pencarian Biner (Binary Search) dilakukan untuk :
♪   memperkecil jumlah operasi pembandingan yang harus dilakukan antara data yang dicari dengan data yang ada di dalam tabel, khususnya untuk jumlah data yang sangat besar ukurannya.
♪   Prinsip dasarnya adalah melakukan proses pembagian ruang pencarian secara berulang-ulang sampai data ditemukan atau sampai ruang pencarian tidak dapat dibagi lagi (berarti ada kemungkinan data tidak ditemukan).
♪   Syarat utama untuk pencarian biner adalah data di dalam tabel harus sudah terurut, misalkan terurut menaik.

ALGORITMA  

Kamus
      Const N : integer = 8  { misalkan jumlah elemen array maksimum = 8 }
      Type A = array [ 1 ..... N ] of integer
      Cari, BatasAtas, BatasBawah, Tengah : Integer
      Ketemu : boolean
ALGORITMA
         Input (cari) { meminta nilai data yang akan dicari}
         BatasAtas     ¬  1 { indeks array dimulai dari 1 }
         BatasBawah     ¬   N    
         Ketemu   ¬  False
         While (BatasAtas < BatasBawah) and (not ketemu) do
               Tengah ¬   (BatasAtas  + BatasBawah) div 2
               If A [Tengah] = cari then
                  Ketemu ¬ true
                           Else
                                 If ( A [Tengah]  < cari ) then { cari di bagian kanan }
                                       BatasAtas ¬ Tengah + 1
                                 Else
                                       BatasBawah ¬ Tengah – 1 { cari di bagian kiri }
                                 Endif
                           Endif
         EndWhile
         If (ketemu) then
                     Output ( ‘Data berada di index nomor’, Tengah )
         Else     Output ( ‘Data tidak ditemukan’ )
         Endif





Contoh Nilai-Nilai data yang sudah terurut :

A
2
5
8
12
15
25
37
57

1
2
3
3
5
6
7
8

Kasus 1  : cari = 12

Loop pertama : Tengah = (BatasAtas + BatasBawah) div 2 = (1 + 8) div 2 = 4
                           A [Tengah] = A [4] = 12, berarti loop pertama data langsung ditemukan

Kasus 2  : cari = 15

Loop pertama : Tengah = (BatasAtas + BatasBawah) div 2 = (1 +  8) div 2 = 4
                           A [Tengah] = A [4] = 12 < cari = 15, berarti BatasAtas = Tengah + 1 = 4 + 1 = 5
Loop kedua :     Tengah = (BatasAtas + BatasBawah) div 2 = (5 +  8) div 2 = 6
                           A [Tengah] = A [6] = 25 > cari = 15, berarti BatasBawah = Tengah - 1 = 6 - 1 = 5
Loop ketiga :     Tengah = (BatasAtas + BatasBawah) div 2 = (5 +  5) div 2 = 5
                           A [Tengah] = A [5] = 15, berarti  setelah loop ketiga, data ditemukan

Kasus 3  : cari = 10

Loop pertama : Tengah = (BatasAtas + BatasBawah) div 2 = (1 +  8) div 2 = 4
                           A [Tengah] = A [4] = 12 > cari = 10, berarti BatasBawah = Tengah - 1 = 4 - 1 = 3
Loop kedua :     Tengah = (BatasAtas + BatasBawah) div 2 = (1 +  3) div 2 = 2
                           A [Tengah] = A [2] = 5 < cari = 10, berarti BatasAtas = Tengah + 1 = 2 + 1 = 3
Loop ketiga :     Tengah = (BatasAtas + BatasBawah) div 2 = (3 +  3) div 2 = 3
                           A [Tengah] = A [3] = 8, berarti  setelah loop ketiga, data tidak ditemukan

Untuk jumlah data sebanyak n, maka proses pembandingan maksimal sebanyak ( log n ) kali. Untuk contoh di atas, jumlah data 8, maka proses pembandingan maksimal sebanyak 3 kali.










0 komentar:

Post a Comment